*1. Harga Nikel-Batu Bara Naik, Angin Segar Emiten Minerba* Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat perbaikan tata kelola di sektor mineral dan batu bara (minerba) berhasil meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) nasional. Hingga Agustus 2026, capaian PNBP subsektor minerba telah menembus angka Rp108,13 triliun.
Peningkatan penerimaan negara tersebut terjadi meskipun volume produksi batu bara tidak sebanyak periode sebelumnya, berkat membaiknya tingkat harga komoditas utama di pasar.
🔗 https://emitennews.com/news/harga-nikel-batu-bara-naik-angin-segar-emiten-minerba
*2. Harga Ayam dan DOC Melesat Tajam, Prospek Saham Perunggasan Kian Cerah* Tren positif melanda industri perunggasan (poultry) nasional. Harga jual ayam hidup (livebird), dan bibit ayam usia sehari alias Day-Old Chick (DOC) mencatat lonjakan signifikan sepanjang Agustus 2026. Kondisi itu, dinilai menjadi sinyal kuat pemulihan margin, dan penguat prospek kinerja emiten perunggasan semester kedua tahun ini.
Berdasar data operasional, rata-rata harga jual ayam hidup pada Agustus 2026 melonjak 30,5 persen secara bulanan atau Month-on-Month (MoM), dan tumbuh 30,1 persen secara tahunan alias Year-on-Year (YoY) menjadi Rp24.351 per kilogram (kg). Pencapaian itu, mengerek rata-rata harga livebird sepanjang delapan bulan pertama tahun 2026 ke level Rp20.652 per kg, naik 15,1 persen dibanding periode sama tahun lalu.
🔗 https://emitennews.com/news/harga-ayam-dan-doc-melesat-tajam-prospek-saham-perunggasan-kian-cerah
*3. Harga Nikel Remuk, Stok LME Justru Makin Menumpuk* Harga nikel kembali tertekan setelah kontrak nikel LME jatuh 3,04 persen hingga menembus ke bawah level USD16.000 per ton pada perdagangan Selasa, 15 September 2026.
Pelemahan tersebut memperkuat kekhawatiran pasar terhadap kelebihan pasokan yang masih membayangi komoditas logam industri tersebut.
Mengacu pada data perdagangan LME, harga nikel 3-month berada di USD15.940 per ton pada 15 September, turun dari USD16.440 per ton sehari sebelumnya.
🔗 https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/harga-nikel-remuk-stok-lme-justru-makin-menumpuk
*4. Makin Mengerikan! Peluang The Fed Naikkan Suku Bunga Tembus 93,6% Baca artikel CNBC Indonesia "Makin Mengerikan! Peluang The Fed Naikkan Suku Bunga Tembus 93,6%" selengkapnya di sini: https://www.cnbcindonesia.com/research/20260915121447-128-768014/makin-mengerikan-peluang-the-fed-naikkan-suku-bung* Pasar hampir sepenuhnya yakin bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga pada pekan ini.
Berdasarkan CME FedWatch Tool pada Selasa siang (15/9/2026), pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin mencapai 93,6%.
Keyakinan tersebut melonjak dibandingkan sehari sebelumnya yang masih berada di kisaran 84%.
Apabila perkiraan tersebut terjadi, target suku bunga The Fed (Federal Funds Rate/FFR) akan naik dari 3,50%-3,75% menjadi 3,75%-4,00%. Keputusan itu sekaligus menjadi kenaikan suku bunga pertama The Fed dalam lebih dari tiga tahun.
🔗 https://www.cnbcindonesia.com/research/20260915121447-128-768014/makin-mengerikan-peluang-the-fed-naikkan-suku-bunga-tembus-936
*5. Empat Saham Bank Besar RI Menguat Usai Purbaya Dicopot* Harga empat saham bank besar kompak menguat merespons positif reshuffle Menteri Keuangan dengan penunjukkan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menguatnya keempat saham bank besar tersebut berhasil mengangkat tinggitinggi pamor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menjadi hanya melemah terbatas. Pada penutupan perdagangan saham Senin (14/9/2026), IHSG melemah 0,1% di posisi 6.534.
🔗 https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/121490/empat-saham-bank-besar-ri-menguat-usai-purbaya-dicopot
*6. Purbaya: Anggaran Program Buka Rekening Tak Sampai Rp11 Triliun* Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan total anggaran yang disiapkannya untuk saldo awal program pembukaan rekening perbankan bagi masyarakat tidak akan sampai Rp11 triliun.
Hal ini sekaligus membantah pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/9/2026) yang menyatakan untuk program tersebut setidaknya anggaran yang akan disiapkan untuk program tersebut mencapai Rp11 triliun untuk target 200 juta penduduk memiliki rekening.
🔗 https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/121219/purbaya-anggaran-program-buka-rekening-tak-sampai-rp11-triliun
*7. Saran Ekonom Buat Program WNI 17 Tahun Dapat Rekening Bank* Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai rencana pemberian rekening secara otomatis kepada masyarakat saat memasuki usia 17 tahun perlu disertai pembatasan transaksi dan edukasi keuangan.
Ia tak memungkiri bila kebijakan yang tengah disusun pemerintah ini memang bertujuan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Hanya saja, kepemilikan rekening tersebut tidak serta merta membuat pemiliknya memiliki kemampuan yang cukup untuk menggunakan layanan keuangan secara aman.
🔗 https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/121264/saran-ekonom-buat-program-wni-17-tahun-dapat-rekening-bank
*8. Suku Bunga Global Tak Lagi Seragam, ke Mana Arah BI Rate?* Arah suku bunga global mulai memasuki fase yang berbeda dengan kebijakan moneter yang diperkirakan akan lebih beragam.
Ancaman inflasi global dengan kenaikan harga minyak Brent ke US$108/barel, membuat sebagian bank sentral mengambil langkah taktis dan tegas dengan mengerek suku bunga acuan, seperti yang bank sentral Eropa (ECB).
🔗 https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/121293/suku-bunga-global-tak-lagi-seragam-ke-mana-arah-bi-rate
*9. Compang-camping B50, Mesin Ekonomi Lansia dan Masa Jaya Penipuan* Kebijakan mandatori B50 yang diketok palu sejak 1 Juli dan akan diberlakukan penuh mulai 1 Oktober 2026, menyisakan segudang pekerjaan rumah yang membutuhkan solusi menyeluruh, mencerminkan -untuk kesekian kalinya- kebijakan tergesa dengan kesiapan compang-camping di sana sini. Mimpi kemandirian energi memang perlu didukung, hanya saja ketika konsep yang tak matang dipaksakan kemungkinan hanya akan melahirkan masalah baru yang tak kalah mahal dan justru mengaburkan visi dalam apa yang diklaim sebagai 'mandiri energi' tersebut.
🔗 https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/117773/compang-camping-b50-mesin-ekonomi-lansia-dan-masa-jaya-penipuan
*10. Abu Krakatau dan Karhutla Uji Harga Acuan Komoditas Indonesia* Abu vulkanik Anak Krakatau dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dinilai dapat menguji kredibilitas harga acuan komoditas Indonesia. Aktivitas Anak Krakatau itu disebut bakal berpotensi menimbulkan gangguan transportasi dan pasokan sehingga membuat jadwal pengiriman sulit diprediksi.
Analis Pasar Keuangan EBC Financial Group, Sana Ur Rehman, mengatakan gangguan fisik yang terjadi berulang dapat memengaruhi jadwal pengiriman, perencanaan ekspor, hingga kepercayaan terhadap harga komoditas yang terbentuk di dalam negeri.
🔗 https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/abu-krakatau-dan-karhutla-uji-harga-acuan-komoditas-indonesia
*11. ESGIN Gandeng Aspebindo Perkuat Pengembangan Ekosistem Perdagangan Karbon Indonesia* Para pelaku usaha sektor pertambangan yang tergabung dalam Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batu Bara Indonesia (Aspebindo) bersama PT ESGIN Global Partners (ESGIN) menjalin kolaborasi untuk memperkuat pengembangan ekosistem perdagangan karbon di Indonesia.
Kolaborasi Aspebindo dan ESGIN diarahkan untuk mendorong pengembangan ekosistem perdagangan karbon yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume transaksi, tetapi juga memperkuat fondasi dari sisi ketersediaan proyek berkualitas, integritas lingkungan, sistem MRV, pembiayaan, serta akses pasar.
🔗 https://www.idxchannel.com/market-news/esgin-gandeng-aspebindo-perkuat-pengembangan-ekosistem-perdagangan-karbon-indonesia
*12. Poin-poin Bahasan Pertemuan dengan Purbaya dengan Kalangan Analis* Sejumlah analis bertemu dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kementerian Keuangan, Rabu (26/8/2026).
Usai pertemuan tersebut, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede kepada awak media menuturkan apa saja yang menjadi pembahasan dalam pertemuan yang dilakukan pada Rabu sore ini.
🔗 https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/119582/poin-poin-bahasan-pertemuan-dengan-purbaya-dengan-kalangan-analis
*13. Groundbreaking PLTS 100 GW Diresmikan Prabowo, Emiten Mana Saja yang Berpotensi Kecipratan Proyek?* Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan sekaligus melakukan groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).
Program dinilai membuka peluang bagi sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang telah mengembangkan bisnis energi surya.
🔗 https://www.idxchannel.com/market-news/groundbreaking-plts-100-gw-diresmikan-prabowo-emiten-mana-saja-yang-berpotensi-kecipratan-proyek
*15. Nasib Saham Bank Usai BI Rate Ditahan 5,75%* Harga enam saham bank besar bervariasi (mixed) seiring dengan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) edisi Agustus 2026, yang memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di 5,75%.
Pasar rasanya tidak bereaksi begitu banyak, karena tidak banyak kejutan dari RDG kali ini. Langkah BI yang mempertahankan suku bunga acuan sesuai dengan ekspektasi.
🔗 https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/118881/nasib-saham-bank-usai-bi-rate-ditahan-5-75
*16. FTSE Pertahankan Freeze, Saham HSC Berpotensi Tertekan* Keputusan FTSE untuk menindak saham-saham High Shareholding Concentration (HSC) dinilai berpotensi menimbulkan tekanan jual. Khususnya dari dana pasif atau fund manager yang benchmark-aware.
Hal itu terungkap dalam pengumuman yang dirilis FTSE sebelumnya (18/8) yang menegaskan status freeze masih dipertahankan, hingga peringatan atas saham-saham HSC.
🔗 https://emitennews.com/news/ftse-pertahankan-freeze-saham-hsc-berpotensi-tertekan
*17. Pemerintah Diminta Bayar Tunggakan Dana Bagi Hasil ke Daerah 2027* Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meminta pemerintah untuk wajib mengalokasikan kurang bayar Transfer ke Daerah (TKD) hingga Dana Bagi Hasil (DBH) kepada pemerintah daerah (Pemda) dalam APBN 2027.
Hal itu mengemuka dalam Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi-Fraksi atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 di Kompleks Parlemen, Selasa (18/8/2026).
🔗 https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/118709/pemerintah-diminta-bayar-tunggakan-dana-bagi-hasil-ke-daerah-2027
*18. RI Harus Bayar Bunga Utang Rp650 Triliun pada 2027, Naik 11,7%* Pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 menganggarkan pembayaran bunga utang (PBU) yang mencapai Rp650 triliun. Angka tersebut naik 11,7% apabila dibandingkan dengan outlook PBU tahun 2026.
Jumlah tersebut terdiri atas PBU dalam negeri sebesar Rp589,68 triliun dan PBU luar negeri yang sebesar Rp60,63 triliun.
🔗 https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/118711/ri-harus-bayar-bunga-utang-rp650-triliun-pada-2027-naik-11-7
*19. BI Rate Diproyeksi Bertahan di Level 5,75%, Akhir Tahun Bisa Naik* konom memproyeksi Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate tetap di level 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Periode Agustus 2026. Kendati demikian, BI Rate berpotensi naik hingga 6,25% sampai akhir 2026.
Kami melihat RDG besok sebagai 'hold with a hawkish bias'. BI kemungkinan menahan di 5,75%, tetapi tetap membuka opsi kenaikan berikutnya jika tekanan rupiah menjadi lebih persisten, kata Lead Economist Bank Danamon Indonesia Irman Faiz ketika dihubungi, Selasa (18/8/2026).
🔗 https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/118743/bi-rate-diproyeksi-bertahan-di-level-5-75-akhir-tahun-bisa-naik
*20. Dividen BUMN Dikelola Danantara, PNBP 2027 Diproyeksi Turun 10%* Pemerintah menargetkan pemasukan yang berasal dari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) hanya mencapai Rp517,4 triliun.
Pada RAPBN tahun 2027, PNBP diperkirakan mencapai Rp517.410,8 miliar atau terkontraksi 10% dari outlook tahun 2026, sebut Buku II Nota Keuangan beserta RAPBN Tahun Anggaran 2027, dikutip Selasa (18/8/2026).
🔗 https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/118746/dividen-bumn-dikelola-danantara-pnbp-2027-diproyeksi-turun-10
*21. Fit & Proper Test Calon Petinggi BI Dijadwalkan 26-27 Agustus* Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengungkapkan pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test bagi calon Gubernur dan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) akan dilaksanakan pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Sementara itu, jadwal fit and proper test bagi calon Deputi Gubernur BI akan dilaksanakan keesokan harinya atau Kamis (27/8/2026).
🔗 https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/118747/fit-proper-test-calon-petinggi-bi-dijadwalkan-26-27-agustus
*22. BEI Ungkap Respons MSCI soal Reformasi Pasar Modal Indonesia* Bursa Efek Indonesia (BEI) membeberkan respons MSCI terhadap sejumlah reformasi yang dilakukan untuk meningkatkan transparansi dan kredibilitas pasar modal Indonesia.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, transformasi pasar modal yang dilakukan BEI bersama pemangku kepentingan salah satunya ditujukan untuk merespons perhatian dari MSCI, FTSE Russell, dan penyedia indeks global lainnya.
🔗 https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/118100/bei-ungkap-respons-msci-soal-reformasi-pasar-modal-indonesia
*23. Utang RI Tembus Rp10.293 Triliun Purbaya Akui Akan Batasi Defisit* Utang pemerintah tembus mencapai Rp10.293,69 triliun per Juni 2026 atau 41,26% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Jumlah itu naik Rp373,27 triliun atau 3,76% dibandingkan posisi Maret 2026 yang sebesar Rp9.920,42 triliun.
Merespons hal tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai rasio utang terhadap PDB masih jauh berada di batas aman 60%. Meski utang terus naik, pemerintah masih akan memonitor besaran utang hingga akhir tahun.
🔗 https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/118127/utang-ri-tembus-rp10-293-triliun-purbaya-akui-akan-batasi-defisit
*24. Review MSCI Agustus Masih Freeze Saham RI, Begini Ungkapan BEI* PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menanggapi isu absennya pasar saham Indonesia dari inklusi indeks MSCI pada review Agustus 2026. Meski masih memungkinkan terjadinya deletions saham, BEI berupaya berkomitmen untuk terus menjaga kredibilitas pasar modal Indonesia.
Hal itu disampaikan Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BEI pada Rabu, 12 Agustus 2026.
🔗 https://emitennews.com/news/review-msci-agustus-masih-freeze-saham-ri-begini-ungkapan-bei
*25. IHSG Terbang ke 6.373, Tiga Saham Emiten Prajogo Transaksi Tertinggi* Jelang pengumuman hasil review MSCI, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Rabu (12/8/2026) melesat 105,69 poin atau 1,69% ke 6.373,85 sekaligus tercatat sebagai level tertinggi intraday.
Penguatan indeks komposit sudah berlangsung sejak awal perdagangan pagi dan konsisten berada di zona hijau ditopang penguatan harga 452 saham. Sebanyak 175 saham melemah dan 168 saham lainnya stagnan. Market cap tembus Rp11.197 triliun.
🔗 https://emitennews.com/news/ihsg-terbang-ke-6373-tiga-saham-emiten-prajogo-transaksi-tertinggi
*26. Ekonom Nilai Pertumbuhan 5,29 Persen Rapuh: Serapan Tenaga Kerja Lemah* Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,29 persen pada triwulan II 2026 dinilai belum sepenuhnya mencerminkan pertumbuhan yang berkualitas. Meski ekonomi nasional berhasil mempertahankan laju pertumbuhan di atas 5 persen selama lima kuartal berturut-turut, manfaatnya dinilai belum tersebar secara merata melalui pasar kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ekonom dari Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, mengatakan kualitas pertumbuhan ekonomi tidak hanya diukur dari besarnya produk domestik bruto (PDB), tetapi juga dari kemampuannya meningkatkan produktivitas, menciptakan lapangan kerja formal, menaikkan upah riil, dan memperluas mobilitas ekonomi masyarakat.
🔗 https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/ekonom-nilai-pertumbuhan-529-persen-rapuh-serapan-tenaga-kerja-lemah
*27. Bangkitkan Semen Kujang, SIG Bidik Dominasi Pasar Jabar* PT Semen Indonesia (SIG) menghadirkan kembali Semen Kujang, merek legendaris pernah menjadi ikon industri semen Jawa Barat (Jabar). Kembalinya Semen Kujang menandai langkah strategis SIG memperkuat penetrasi pasar Jabar melalui perpaduan kekuatan local heritage, dan inovasi teknologi produk lebih relevan dengan kebutuhan pembangunan saat ini.
Semen Kujang tercatat sebagai produk semen pertama di Jabar pada 1975. Semen kebanggaan masyarakat Jabar tersebut kini hadir kembali mengusung kearifan lokal, sekaligus teknologi mutakhir untuk menciptakan produk semen lebih kokoh, lebih relevan, dan siap menjawab tantangan masa depan.
🔗 https://emitennews.com/news/bangkitkan-semen-kujang-sig-bidik-dominasi-pasar-jabar
*28. Gerak Saham Emiten Mal di Tengah Polemik Pagar* Performa saham emiten pengelola mal bergairah pada Selasa (4/8/2026), selepas Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan pagarpagar di sejumlah pusat perbelanjaan seperti di Kota Kasablanka di Jakarta Selatan akan dibongkar, seraya menegaskan sikap optimisme di tengah aktivitas ekonomi yang berjalan normal.
Maruarar disebut telah berkomunikasi langsung dengan pendiri Pakuwon Group Alexander Tedja terkait isu tersebut. Menurut Ara (sapaan akrab Maruarar), pemasangan pagar seperti di Kota Kasablanka akan dibongkar dan penataan properti lainnya akan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.
🔗 https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/117198/gerak-saham-emiten-mal-di-tengah-polemik-pagar
*29. Penjualan Mobil Tumbuh 32%, Purbaya Sebut Daya Beli Masih Terjaga* Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa pertumbuhan penjualan mobil yang mencapai 32,9% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Juni 2026 membuktikan bahwa daya beli masyarakat masih terjaga di tengah dinamika ekonomi global.
Bendahara negara juga meyakinkan bahwa pemerintah terus memantau berbagai indikator ekonomi secara berkala sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan fiskal agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.
🔗 https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/117284/penjualan-mobil-tumbuh-32-purbaya-sebut-daya-beli-masih-terjaga
*30. Bloomberg: Ekonomi RI Diramal Tumbuh Sekitar 5% Sampai 2028* Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan tetap berada di kisaran 5% hingga 2028 berdasarkan Bloomberg Economic Survey edisi Juli 2026.
Meski proyeksi pertumbuhan ekonomi secara umum masih berada di kisaran 5%, sejumlah indikator lain menunjukkan bahwa kualitas pertumbuhan diperkirakan masih akan menghadapi tantangan lebih besar, dibandingkan hasil survei bulan sebelumnya.
🔗 https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/116834/bloomberg-ekonomi-ri-diramal-tumbuh-sekitar-5-sampai-2028