Loading...

ANALYSIS BRIEF

22 Sep 2026 by Primbon Saham


*1. AMMN Paling Dilirik Pekan ini, BUMI dan BBCA Banyak Dilepas*
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) memimpin jajaran saham dengan nilai pembelian bersih (net buy) terbesar di pasar reguler pekan ini perdagangan 14 - 18 September 2026. Di sisi lain, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan pelepasan bersih (net sell) tertinggi. ?Merujuk data perdagangan Stockbit periode 14–18 September 2026, AMMN mencatatkan akumulasi net buy bernilai Rp229,2 miliar dengan volume 469,2 ribu lot pada harga rata-rata transaksi Rp4.913 per lembar.
πŸ”— https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/ammn-paling-dilirik-pekan-ini-bumi-dan-bbca-banyak-dilepas
#ANALYSIS @PrimbonSaham

*2. Tiga Emiten Gelar RUPS Pekan Depan, Begini Performa SILO, OILS dan DADA*
Tiga emiten dijadwalkan menggelar rapat umum pemegang saham pada pekan depan, 22–24 September 2026. Dua perusahaan, yakni PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) dan PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS), akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Selasa, 22 September 2026. Sementara PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis, 24 September 2026.
πŸ”— https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/tiga-emiten-gelar-rups-pekan-depan-begini-performa-silo-oils-dan-dada
#ANALYSIS @PrimbonSaham

*3. Jelang Dieksekusi Delisting BEI, 17 Emiten Belum Juga Kabarkan Buyback*
Sebanyak 18 emiten yang akan dihapus pencatatan sahamnya oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) efektif 10 November 2026, belum juga merealisasikan kewajiban buyback. Dari 17 di antaranya terpantau hanya satu emiten yang mengungkapkan perkembangan terbaru. Adapun, Masa buyback berlangsung 11 Mei hingga 9 November 2026.
πŸ”— https://www.emitennews.com/news/jelang-dieksekusi-delisting-bei-17-emiten-belum-juga-kabarkan-buyback
#ANALYSIS @PrimbonSaham

*4. Head of Research Kiwoom Beber Proyeksi IHSG Semester II 2026, Historis Rawan Koreksi?*
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menghadapi tekanan pada semester II 2026. Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata menilai, pergerakan IHSG masih akan sangat dipengaruhi kondisi regional dan global, terutama arah suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed), kenaikan harga minyak, serta tensi geopolitik. Pada perdagangan Jumat 11 September 2026, IHSG ditutup di level 6.541,38, melemah 47,96 poin atau 0,73 persen. Indeks sempat menyentuh level terendah 6.462,96, dengan level 6.500 menjadi salah satu area krusial yang perlu diperhatikan investor.
πŸ”— https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/head-of-research-kiwoom-beber-proyeksi-ihsg-semester-ii-2026-historis-rawan-koreksi
#ANALYSIS @PrimbonSaham

*5. Karhutla Kalimantan Meluas, Simak Dampaknya buat Emiten Batu Bara*
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan meluas di tengah kondisi kering akibat fenomena El Nino. Sejumlah kebakaran juga diduga dipicu pembakaran lahan untuk pembukaan area perkebunan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko gangguan kualitas udara di sekitar wilayah tambang. Di sisi lain, musim kering yang membuat sungai lebih dangkal dapat memperlambat pengiriman batu bara melalui jalur sungai.
πŸ”— https://www.idxchannel.com/market-news/karhutla-kalimantan-meluas-simak-dampaknya-buat-emiten-batu-bara
#ANALYSIS @PrimbonSaham

*6. INSA: Kecelakaan Kapal, Keselamatan Menjadi Tanggung Jawab Bersama *
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) menyatakan keprihatinan atas sejumlah kecelakaan kapal yang terjadi dalam beberapa kurun waktu terakhir.
πŸ”— https://investor.id/business/451304/insa-kecelakaan-kapal-keselamatan-menjadi-tanggung-jawab-bersama
#ANALYSIS @PrimbonSaham

*7. Memahami Desil yang Jadi Cara Pemerintah Ukur Kesejahteran Rakyat*
Beberapa waktu belakangan ini masyarakat ramai mempertanyakan status desil dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau DTSEN Kementerian Sosial (Kemensos). Hal ini lantaran terdapat sejumlah masyarakat yang merasa kondisi ekonominya tidak berubah, tetapi status desilnya berubah. Sehingga dengan berubahnya status desil ini tentu akan berpengaruh terhadap akses sejumlah program pemerintah.
πŸ”— https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/118964/memahami-desil-yang-jadi-cara-pemerintah-ukur-kesejahteran-rakyat
#ANALYSIS @PrimbonSaham

*8. Ekonom Beber Kelemahan Sistem Desil untuk Ukur Kesejahteraan*
Baru-baru ini media sosial diramaikan dengan pertanyaan masyarakat terkait dengan status desil yang menurut sejumlah pengguna media sosial tak sesuai dengan keadaan perekonomiannya. Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede menyebut bahwa sesungguhnya saat ini klasifikasi desil berdasarkan pengeluaran masih relevan sebagai alat pemetaan awal, tetapi tidak cukup akurat apabila diperlakukan sebagai penentu tunggal kondisi ekonomi sebuah keluarga.
πŸ”— https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/118968/ekonom-beber-kelemahan-sistem-desil-untuk-ukur-kesejahteraan
#ANALYSIS @PrimbonSaham

*9. Arah Saham Properti Usai Kehadiran PFII*
Sentimen pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) belum kuat mendorong kinerja saham properti sampai saat ini. Head of Research Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto menilai PFII memang bisa memberikan sentimen positif bagi saham properti, terutama dalam jangka pendek. Namun, pengaruhnya belum bisa dilihat lebih jauh sebelum pemerintah merealisasikan rencana tersebut.
πŸ”— https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/118707/arah-saham-properti-usai-kehadiran-pfii
#ANALYSIS @PrimbonSaham

*10. Bos Danantara Bicara Soal Risiko Delisting WIKA & WSKT*
COO BPI Danantara Dony Oskaria angkat bicara ihwal potensi saham BUMN Karya terdepak atau delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Dony mengatakan lembaganya tengah berupaya untuk membenahi fundamental dan posisi keuangan dua BUMN Karya yang terancam dikeluarkan dari bursa efek tersebut.
πŸ”— https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/118749/bos-danantara-bicara-soal-risiko-delisting-wika-wskt
#ANALYSIS @PrimbonSaham